Diplomasi "Pria Tangguh": Donald Trump Berikan Pujian Terbuka kepada Presiden Prabowo di KTT Board of Peace

Diplomasi “Pria Tangguh”: Donald Trump Berikan Pujian Terbuka kepada Presiden Prabowo di KTT Board of Peace

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan apresiasi yang signifikan terhadap kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (Dewan Perdamaian). Pertemuan tingkat kepala negara yang berlangsung di Washington DC pada Kamis pagi, 19 Februari 2026, tersebut menjadi panggung pengakuan terhadap posisi strategis Indonesia di mata dunia.

BACA JUGA : Diplomasi Ekonomi di Washington: Indonesia Incar Penurunan Tarif Ekspor ke AS Menjadi 18 Persen

1. Pengakuan atas Ketangguhan Kepemimpinan

Dalam pidato pembukaannya, Donald Trump tidak ragu menunjukkan kekaguman pribadinya terhadap karakter kepemimpinan Prabowo Subianto. Trump secara spesifik menggambarkan Prabowo sebagai sosok pemimpin yang kuat dan memiliki wibawa yang disegani oleh berbagai pihak.

“Sosok yang sangat saya sukai tentunya pemimpin yang kuat. Saya tidak ingin melawan dia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo, terima kasih,” ujar Trump saat menyapa para kepala negara.

Pernyataan tersebut diulang kembali oleh Trump untuk mempertegas kesan mendalamnya. Ia menyebut Prabowo sebagai “pria yang sangat tangguh” dan menyatakan rasa hormatnya dengan nada humoris yang khas, bahwa ia lebih memilih untuk menjadi rekan daripada menjadi rival Presiden Indonesia tersebut.


2. Sorotan terhadap Skala Geopolitik Indonesia

Selain faktor personal, Trump juga menyinggung signifikansi Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Trump mengungkapkan kekagumannya atas tanggung jawab besar yang dipikul oleh Prabowo dalam memimpin negara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa (merujuk pada data terbaru, meskipun dalam kutipan disebut angka 240 juta sebagai bagian dari dialog).

“Anda telah bekerja sangat baik, dan Anda dihormati oleh semua orang. Indonesia adalah negara yang sangat besar,” tambah Trump, seraya memuji efektivitas kepemimpinan Prabowo dalam menjaga stabilitas di negara dengan keberagaman yang luas.

Menanggapi apresiasi tersebut, Presiden Prabowo yang mengenakan kopiah hitam sebagai identitas nasional, berdiri dan memberikan gestur hormat kepada tuan rumah dan para delegasi yang hadir.


3. Konstelasi Diplomatik di Barisan Depan

Kehadiran Indonesia dalam forum ini juga menunjukkan posisi tawar yang tinggi dalam peta diplomasi internasional. Di dalam ruang sidang, Presiden Prabowo menempati kursi di barisan terdepan, berdampingan dengan pemimpin negara strategis lainnya:

  • Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev.
  • Wakil PM/Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan.

Forum Board of Peace ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara yang memiliki peran penting dalam stabilitas kawasan masing-masing, termasuk Argentina, Hungaria, Mesir, Vietnam, hingga Pakistan.


4. Visi Dewan Perdamaian

Presiden Trump memanfaatkan momentum KTT ini untuk membanggakan inisiatif Board of Peace sebagai wadah baru dalam mediasi konflik global. Melalui forum ini, Amerika Serikat berupaya merangkul negara-negara yang dinilai memiliki pengaruh stabilisasi di wilayahnya untuk berkolaborasi dalam menjaga perdamaian dunia melalui pendekatan yang lebih pragmatis dan personal.

Pujian Trump terhadap Prabowo dipandang oleh para analis sebagai sinyal bahwa Washington melihat Jakarta bukan hanya sebagai mitra dagang, melainkan sebagai pilar utama keamanan di kawasan Indo-Pasifik yang dipimpin oleh sosok yang mereka anggap kompeten.

More From Author

Diplomasi Ekonomi di Washington: Indonesia Incar Penurunan Tarif Ekspor ke AS Menjadi 18 Persen

Diplomasi Ekonomi di Washington: Indonesia Incar Penurunan Tarif Ekspor ke AS Menjadi 18 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *