Eskalasi Serangan Udara Rusia: 20 Rudal Balistik Hantam Ukraina dalam Satu Jam

Eskalasi Serangan Udara Rusia: 20 Rudal Balistik Hantam Ukraina dalam Satu Jam

KYIV – Militer Rusia melancarkan gelombang serangan udara masif yang tercatat sebagai salah satu operasi paling intensif sepanjang tahun 2026. Pada Selasa (13/1/2026), pasukan Moskwa dilaporkan mengerahkan sedikitnya 20 rudal balistik dalam durasi hanya satu jam, yang mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur strategis, hingga kelumpuhan jaringan listrik di beberapa wilayah utama Ukraina.

Serangan terkoordinasi ini menyasar pusat-pusat populasi dan fasilitas energi di tengah kondisi musim dingin yang ekstrem.

BACA JUGA : Diplomasi Arktik: Menakar Realitas Ancaman China di Greenland di Balik Retorika AS


Dampak Fatal di Kharkiv dan Wilayah Selatan

Serangan paling mematikan dilaporkan terjadi di Kota Kharkiv, yang hanya berjarak 30 kilometer dari perbatasan Rusia. Gubernur Regional Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengonfirmasi bahwa sedikitnya empat orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman rudal di pinggiran kota.

Layanan Darurat Ukraina melaporkan kerusakan signifikan di wilayah tersebut:

  • Hantaman Terminal Logistik: Sebuah terminal pos hancur total, memicu kebakaran hebat di area seluas 500 meter persegi.
  • Operasi Penyelamatan: Tim penolong berhasil mengevakuasi 30 orang dari lokasi kejadian, termasuk dua korban yang sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Sementara itu, di kota pelabuhan Odesa, lima orang dilaporkan terluka. Serangan udara Rusia menyasar pusat kebugaran, sekolah kejuruan, dan sebuah bangunan baru yang belum digunakan. Di Kryvyi Rih, kota industri di Ukraina tengah, dua warga terluka setelah infrastruktur sipil, pemukiman, dan jalur pipa gas mengalami kerusakan serius.

Krisis Energi dan Pemadaman Darurat di Kyiv

Ibu kota Kyiv menjadi salah satu target utama yang mengalami dampak sistemik. Operator jaringan listrik nasional, Ukrenergo, terpaksa memberlakukan pemadaman listrik darurat (blackout) segera setelah gelombang rudal menghantam infrastruktur transmisi.

DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, menyatakan bahwa salah satu pembangkit listrik tenaga termal (PLTU) mereka mengalami kerusakan parah pada peralatan vitalnya. Strategi Rusia yang secara konsisten menargetkan sistem kelistrikan sejak Februari 2022 dinilai sebagai upaya sistematis untuk memutus pasokan pemanas bagi warga sipil di tengah suhu dingin yang membeku.

Intensitas Serangan dan Upaya Pertahanan

Saluran pemantauan militer Ukraina mengklasifikasikan serangan kali ini sebagai “serangan paling berkelanjutan tahun ini.” Penggunaan 20 rudal balistik dalam waktu singkat merupakan tantangan berat bagi sistem pertahanan udara Ukraina, mengingat rudal balistik memiliki kecepatan tinggi dan lintasan yang lebih sulit dicegat dibandingkan rudal jelajah atau drone.

Hingga laporan ini diturunkan, pihak militer Rusia belum memberikan komentar resmi mengenai skala operasi tersebut. Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Ukraina masih melakukan penilaian komprehensif terhadap efektivitas intersepsi pertahanan udara mereka guna memitigasi dampak dari gelombang serangan susulan.

Kesimpulan dan Situasi Terkini

Agresi udara ini mempertegas bahwa infrastruktur energi tetap menjadi titik paling rentan dalam konflik yang terus berkepanjangan ini. Warga di kota-kota besar kini diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi protokol evakuasi, mengingat frekuensi serangan jarak jauh Rusia yang cenderung meningkat pada awal tahun 2026.

More From Author

Diplomasi Arktik: Menakar Realitas Ancaman China di Greenland di Balik Retorika AS

Diplomasi Arktik: Menakar Realitas Ancaman China di Greenland di Balik Retorika AS

Diplomasi Denmark-Greenland Buntu: Donald Trump Tegaskan Ambisi Akuisisi Wilayah Arktik

Diplomasi Denmark-Greenland Buntu: Donald Trump Tegaskan Ambisi Akuisisi Wilayah Arktik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *