Jejak "Kota di Bawah Es": NASA Temukan Kembali Pangkalan Militer Rahasia AS di Greenland

Jejak “Kota di Bawah Es”: NASA Temukan Kembali Pangkalan Militer Rahasia AS di Greenland

GREENLAND – Sebuah pangkalan militer rahasia era Perang Dingin yang telah terkubur selama 65 tahun ditemukan kembali oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Fasilitas yang dikenal sebagai Camp Century tersebut terdeteksi berada sekitar 30 meter (100 kaki) di bawah lapisan es Greenland setelah puluhan tahun tertimbun salju dan material glasial.

Penemuan Bersejarah Melalui Teknologi Radar

Penemuan ini bermula dari penerbangan riset rutin yang dilakukan ilmuwan NASA pada April 2024. Saat sedang memetakan lapisan es Greenland untuk kepentingan studi iklim, instrumen radar menangkap anomali struktur bawah tanah yang tidak biasa.

Ilmuwan krirosfer dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Alex Gardner, mengungkapkan bahwa tim awalnya tidak menyasar objek buatan manusia. “Kami sedang mencari dasar lapisan es dan tiba-tiba Camp Century muncul dalam pemindaian. Awalnya kami benar-benar tidak tahu itu objek apa,” ujar Gardner sebagaimana dikutip dari Popular Mechanics.

Untuk memverifikasi temuan tersebut, NASA menggunakan teknologi UAVSAR (Uninhabited Aerial Vehicle Synthetic Aperture Radar). Berbeda dengan sistem LiDAR yang menggunakan laser, UAVSAR memanfaatkan gelombang radio yang mampu menembus kepadatan es tebal untuk mendeteksi struktur tersembunyi. Hasil citra radar tersebut menunjukkan denah struktur individu pangkalan yang masih tampak jelas secara geometri.

Proyek Ambisius Era Perang Dingin

Camp Century dibangun secara rahasia oleh Korps Zeni Angkatan Darat Amerika Serikat antara Juni 1959 hingga Oktober 1960. Fasilitas ini dijuluki sebagai “Kota di Bawah Es” karena arsitekturnya yang unik, terdiri dari jaringan 21 terowongan bawah tanah dengan total panjang mencapai hampir 3 kilometer (9.800 kaki).

Pembangunan pangkalan ini merupakan implementasi dari Perjanjian Pertahanan Greenland tahun 1951 antara Amerika Serikat dan Denmark. Saat itu, Greenland masih berstatus wilayah administratif Denmark, dan perjanjian tersebut mengizinkan AS membangun fasilitas pertahanan untuk memperkuat keamanan di kawasan Atlantik Utara guna membendung pengaruh Uni Soviet.

Tantangan Logistik dan Konstruksi Ekstrem

Proses konstruksi Camp Century tercatat sebagai salah satu pencapaian teknik paling menantang pada masanya:

  • Mobilisasi Material: Sebanyak 6.000 ton material konstruksi diangkut menggunakan kereta luncur berat dari Pangkalan Thule. Perjalanan darat tersebut memakan waktu hingga 70 jam dengan kecepatan maksimal hanya 3,2 kilometer per jam.
  • Metode Penggalian: Insinyur militer menggali parit raksasa di dalam es, termasuk lorong utama sepanjang 300 meter yang dikenal sebagai “Main Street”.
  • Struktur Internal: Di dalam terowongan tersebut, bangunan kayu dan atap baja dipasang untuk menciptakan ruang fungsional yang terlindung dari cuaca ekstrem Arktik.

Signifikansi Penemuan Saat Ini

Penemuan kembali Camp Century bukan sekadar pengingat akan sejarah militer masa lalu, tetapi juga memberikan data penting bagi para ilmuwan mengenai pergerakan dan ketebalan lapisan es Greenland selama enam dekade terakhir. Meskipun pangkalan ini telah ditinggalkan, keberadaannya di bawah lapisan es yang terus berubah menjadi subjek penelitian penting terkait dampak perubahan iklim dan stabilitas glasial di wilayah kutub.

More From Author

Dampak Destruktif Sindikat Penipuan Siber: Perdana Menteri Kamboja Tegaskan Komitmen Pembersihan Sektoral

Dampak Destruktif Sindikat Penipuan Siber: Perdana Menteri Kamboja Tegaskan Komitmen Pembersihan Sektoral

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *