Kondisi Aset Strategis Pertamina di Venezuela Pasca-Intervensi Militer Amerika Serikat

Kondisi Aset Strategis Pertamina di Venezuela Pasca-Intervensi Militer Amerika Serikat

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan bahwa aset-aset strategis milik Indonesia di Venezuela berada dalam kondisi aman menyusul eskalasi konflik bersenjata dan intervensi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro akhir pekan lalu.

Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas, pemerintah terus memantau situasi keamanan secara intensif, terutama terhadap fasilitas yang dikelola oleh anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP).

Status Keamanan Operasional dan Fasilitas Migas

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa koordinasi antara otoritas diplomatik dan manajemen perusahaan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keselamatan operasional di tengah ketidakpastian politik di Venezuela.

Berdasarkan laporan resmi per Selasa (6/1/2026), fasilitas ladang migas yang dikelola oleh PIEP dinyatakan tidak terdampak oleh serangan militer yang dilancarkan AS pada Sabtu (3/1/2026). Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya kerusakan fisik pada infrastruktur maupun ancaman langsung terhadap keselamatan staf di lapangan.


Struktur Kepemilikan dan Eksistensi PIEP di Venezuela

Keterlibatan Pertamina di Venezuela dilakukan melalui mekanisme kepemilikan saham pada perusahaan internasional. Berikut adalah poin-poin utama terkait posisi aset tersebut:

  • Kepemilikan Saham: PIEP merupakan pemegang saham mayoritas sebesar 71,09 persen pada perusahaan eksplorasi migas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P).
  • Aset Strategis: Salah satu aset utama M&P berada di Venezuela, yang menjadi bagian dari portofolio ketahanan energi nasional Indonesia.
  • Mitigasi Risiko: Pihak manajemen PIEP menegaskan telah menerapkan langkah kehati-hatian tingkat tinggi serta menjaga jalur komunikasi aktif dengan KBRI Caracas untuk memantau dinamika keamanan pasca-serangan.

Sebagai informasi, PIEP saat ini mengelola aset migas di 11 negara berbeda. Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi global Pertamina untuk memperkuat pasokan energi domestik Indonesia dari luar negeri.


Respons Diplomatik Indonesia dan Situasi Politik Venezuela

Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Dalam pernyataan pada Senin (5/1/2026), Indonesia menekankan beberapa poin krusial dalam hubungan internasional:

  1. Pelanggaran Hukum Internasional: Penggunaan kekuatan militer dan ancaman kekerasan dianggap dapat menciptakan preseden berbahaya bagi kedaulatan negara-negara di dunia.
  2. Seruan Kepatuhan: Indonesia mendesak semua pihak yang terlibat untuk menghormati Piagam PBB, hukum humaniter internasional, dan memprioritaskan perlindungan terhadap warga sipil.
  3. Transisi Kekuasaan: Pasca-penangkapan Nicolas Maduro oleh pihak AS, Mahkamah Agung Venezuela telah menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara untuk mengisi kekosongan kekuasaan dan menjaga stabilitas negara.

Kondisi di Venezuela saat ini masih sangat dinamis. Kemlu RI mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut untuk tetap waspada dan mengikuti arahan keselamatan dari KBRI Caracas.

More From Author

Geopolitik Venezuela: Pusaran Persaingan Energi dan Hegemoni China-Rusia-AS

Geopolitik Venezuela: Pusaran Persaingan Energi dan Hegemoni China-Rusia-AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *