Lompatan Teknologi Pertahanan Eropa: Uji Coba Rudal Hipersonik Perdana Tantang Dominasi Rusia

Lompatan Teknologi Pertahanan Eropa: Uji Coba Rudal Hipersonik Perdana Tantang Dominasi Rusia

OSLO – Eropa mencatat sejarah baru dalam peta kekuatan militer global melalui keberhasilan uji coba rudal hipersonik pertama yang dikembangkan secara independen oleh konsorsium pertahanan Jerman-Inggris. Uji coba yang berlangsung di Andoya Space, Norwegia Utara, ini menjadi jawaban strategis negara-negara Barat atas meningkatnya ancaman teknologi rudal Rusia, khususnya sistem Oreshnik yang baru-baru ini dikerahkan ke Belarus.

BACA JUGA : Ketegangan Memuncak di Timur Tengah: Iran Nyatakan Siaga Tempur Hadapi Armada Militer Amerika Serikat – blockblastsolver

Pencapaian Teknis: Melampaui Mach 6

Perusahaan rintisan pertahanan, Hypersonica, mengonfirmasi bahwa prototipe rudal mereka sukses menembus kecepatan melebihi Mach 6 atau sekitar 7.400 kilometer per jam. Dalam uji terbang perdana tersebut, rudal mampu menempuh jarak lebih dari 300 kilometer dengan stabilitas sistem yang diklaim beroperasi normal pada tingkat subkomponen.

Pendiri Hypersonica, Philipp Kerth dan Marc Ewenz, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan fondasi bagi kemampuan serangan hipersonik berdaulat Eropa yang ditargetkan siap beroperasi penuh pada tahun 2029. Pencapaian ini dinilai krusial untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari negara-negara adidaya lainnya.

Efisiensi Biaya dan Arsitektur Modular

Salah satu keunggulan yang ditonjolkan dari rudal kembangan Hypersonica ini adalah penggunaan arsitektur modular. Teknologi ini memungkinkan proses pengembangan dan produksi berjalan jauh lebih cepat dibandingkan program pertahanan konvensional.

Secara ekonomi, perusahaan mengklaim mampu menekan biaya produksi hingga 80 persen. Efisiensi ini menjadi poin penting bagi aliansi NATO dan Inggris yang tengah berupaya memperkuat pertahanan udara mereka dalam kerangka kerja hipersonik tahun 2030 tanpa harus membebani anggaran negara secara berlebihan.

Perbandingan dengan Sistem Oreshnik Rusia

Uji coba ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat setelah Rusia mengerahkan rudal Oreshnik. Berdasarkan laporan intelijen dan Angkatan Udara Ukraina, Oreshnik memiliki spesifikasi yang sangat mengancam, antara lain:

  • Kecepatan: Mencapai 13.000 kilometer per jam.
  • Jangkauan: Hingga 5.500 kilometer.
  • Kapasitas: Mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Meski rudal Eropa saat ini masih memiliki spesifikasi di bawah Oreshnik dalam hal kecepatan murni, keberhasilan uji coba di Norwegia menunjukkan bahwa Eropa kini memiliki basis teknologi untuk melakukan intersepsi atau serangan balik yang sepadan di masa depan.

Eskalasi Anggaran Pertahanan Jerman

Keberhasilan teknologi ini didukung oleh komitmen finansial yang masif. Jerman, sebagai salah satu motor utama pertahanan Eropa, telah mengalokasikan anggaran pertahanan tahun 2026 sebesar 108,2 miliar euro. Angka ini mencakup dana reguler sebesar 82,7 miliar euro dan dana khusus sebesar 25,5 miliar euro yang dibentuk pasca-invasi Rusia ke Ukraina.

Peningkatan anggaran yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2021 ini mencerminkan pergeseran paradigma keamanan Eropa. Benua tersebut kini memprioritaskan kemandirian militer dan percepatan riset persenjataan mutakhir guna menjaga stabilitas kawasan dari ancaman konflik skala besar.

More From Author

Ketegangan Memuncak di Timur Tengah: Iran Nyatakan Siaga Tempur Hadapi Armada Militer Amerika Serikat

Ketegangan Memuncak di Timur Tengah: Iran Nyatakan Siaga Tempur Hadapi Armada Militer Amerika Serikat

Diplomasi Perdagangan: Presiden Prabowo Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif Impor dengan Amerika Serikat

Diplomasi Perdagangan: Presiden Prabowo Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif Impor dengan Amerika Serikat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *