Murphy Oil Temukan Cadangan Minyak Raksasa di Vietnam, Terbesar di ASEAN dalam Dua Dekade

Murphy Oil Temukan Cadangan Minyak Raksasa di Vietnam, Terbesar di ASEAN dalam Dua Dekade

Perusahaan energi multinasional asal Amerika Serikat, Murphy Oil, mengumumkan penemuan cadangan minyak signifikan di wilayah perairan Vietnam. Penemuan ini diproyeksikan menjadi temuan sumber daya hidrokarbon terbesar di kawasan Asia Tenggara dalam 20 tahun terakhir, memberikan angin segar bagi ketahanan energi di regional tersebut.

BACA JUGA : Geopolitik Venezuela: Pusaran Persaingan Energi dan Hegemoni China-Rusia-AS

Detail Eksplorasi di Cuu Long Basin

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Nikkei dan konsultan energi Wood Mackenzie pada Kamis (8/1/2026), penemuan ini dilakukan oleh anak perusahaan Murphy Oil melalui pengeboran sumur uji di ladang minyak Hai Su Vang. Lokasi penemuan terletak di Cuu Long Basin, sebuah kawasan produktif yang berada di lepas pantai dekat Kota Ho Chi Minh.

Estimasi awal menunjukkan volume cadangan minyak yang ditemukan berkisar antara 170 hingga 430 juta barel setara minyak (MMBOE). Murphy Oil juga mencatat adanya potensi tambahan dari reservoir dangkal yang saat ini belum dimasukkan dalam perhitungan rentang sumber daya yang dikomunikasikan sebelumnya.


Konteks Produksi Minyak di Asia Tenggara

Penemuan ini merupakan tonggak sejarah bagi industri ekstraktif di Asia Tenggara. Sejak awal milenium, penemuan besar di kawasan ini sangat jarang terjadi. Dua penemuan raksasa terakhir yang tercatat adalah:

  • Ladang Banyu Urip, Indonesia (2001): Salah satu pilar produksi minyak nasional Indonesia.
  • Ladang Gumusut, Malaysia (2003): Proyek laut dalam yang signifikan bagi produksi Malaysia.

Dengan potensi mencapai 430 juta barel, ladang Hai Su Vang diharapkan dapat memutus tren penurunan produksi minyak di kawasan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.


Dampak Strategis bagi Ekonomi Vietnam

Bagi Vietnam, penemuan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi di tengah upaya negara tersebut melakukan transformasi ekonomi. Berikut adalah beberapa implikasi utamanya:

  • Pembalikan Status Importir: Sejak tahun 2017, seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri dan kapasitas kilang domestik, Vietnam telah bergeser dari eksportir menjadi importir minyak mentah. Cadangan baru ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor.
  • Ketahanan Energi Menuju 2045: Penemuan ini mendukung ambisi besar Vietnam untuk menjadi negara industri maju pada tahun 2045. Energi yang stabil dan mandiri menjadi syarat mutlak pertumbuhan manufaktur mereka.
  • Mengatasi Penurunan Produksi: Vietnam mengalami penurunan tajam dalam output minyak mentah, dari puncak 365.000 barel per hari pada 2005 menjadi kurang dari 120.000 barel per hari pada 2025. Operasional ladang Hai Su Vang diharapkan mampu mengompensasi penurunan dari ladang-ladang tua yang mulai kering.

Langkah Selanjutnya

Murphy Oil bersama mitra lokal dan otoritas energi Vietnam kini tengah melakukan analisis lanjutan untuk menentukan jadwal pengembangan lapangan dan produksi komersial. Jika proses pengembangan berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan minyak regional dalam beberapa tahun mendatang.

More From Author

Geopolitik Venezuela: Pusaran Persaingan Energi dan Hegemoni China-Rusia-AS

Geopolitik Venezuela: Pusaran Persaingan Energi dan Hegemoni China-Rusia-AS

Eskalasi di Atlantik: AS Sita Kapal Tanker Rusia, Armada Moskwa Siaga di Perairan Islandia

Eskalasi di Atlantik: AS Sita Kapal Tanker Rusia, Armada Moskwa Siaga di Perairan Islandia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *