Republik Demokratik (RD) Kongo memastikan diri kembali ke panggung sepak bola tertinggi jagat raya, Piala Dunia, untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad. Keberhasilan ini memicu gelombang euforia massal di Ibu Kota Kinshasa, di mana ribuan warga merayakan pencapaian tersebut dengan pesta jalanan meski di bawah guyuran hujan deras pada Selasa malam, 31 Maret 2026.
Tiket menuju putaran final diraih secara dramatis melalui kemenangan 1-0 atas Jamaika dalam laga play-off antarbenua yang diselenggarakan di Guadalajara, Meksiko.
BACA JUGA : Krisis Selat Hormuz: Jepang Perkuat Aliansi Strategis dengan Indonesia demi Ketahanan Energi Nasional
Gol Penentu Axel Tuanzebe
Pertandingan penentuan tersebut berlangsung ketat hingga memasuki babak perpanjangan waktu. Sosok yang menjadi pahlawan bagi negara Afrika Tengah tersebut adalah Axel Tuanzebe. Bek yang merumput di Liga Inggris bersama Burnley tersebut mencetak gol semata wayang yang sekaligus mengakhiri penantian panjang rakyat RD Kongo sejak tahun 1974.
Terakhir kali negara ini tampil di Piala Dunia adalah pada edisi 1974 di Jerman Barat, saat masih menyandang nama Zaire. Kala itu, mereka tergabung dalam grup berat bersama Skotlandia, Yugoslavia, dan Brasil.
Perayaan Massal dan Status Libur Nasional
Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, suasana di Kinshasa—kota berpenduduk sekitar 17 juta jiwa—berubah menjadi lautan manusia. Klakson kendaraan, suara peluit, hingga dentingan perlengkapan dapur bersahut-sahutan di seluruh penjuru kota.
Antusiasme warga tidak surut meski cuaca ekstrem melanda. “Kami memberikan yang terbaik, di sini di tengah hujan! Kami tidak akan bekerja pada hari Rabu karena ini menjadi hari libur nasional. Kami akan merayakan dan berpesta sepanjang malam,” ujar seorang suporter bernama Beni Ile sebagaimana dilansir dari AFP.
Pemerintah setempat merespons kegembiraan publik dengan memberikan ruang bagi perayaan nasional, mengingat pentingnya momen ini bagi persatuan dan identitas bangsa yang telah menunggu selama 50 tahun untuk kembali berkompetisi di level dunia.
Perjalanan Dramatis “The Leopards”
Keberhasilan skuad berjuluk The Leopards (Macan Tutul) ini tidak diraih dengan mudah. Sebelum mencapai babak play-off antarbenua, RD Kongo harus melewati jalur kualifikasi zona Afrika yang sangat kompetitif. Mereka tercatat sukses menyingkirkan dua raksasa sepak bola benua hitam, yakni Nigeria dan Kamerun, dalam perjalanan menuju Meksiko.
Tantangan di Putaran Final
Berdasarkan hasil pengundian, RD Kongo akan menempati Grup K pada putaran final Piala Dunia mendatang. Mereka dijadwalkan akan bersaing dengan kekuatan dari berbagai konfederasi, yaitu:
- Portugal (Eropa)
- Kolombia (Amerika Selatan)
- Uzbekistan (Asia)
Pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan olahraga, melainkan simbol kebangkitan sepak bola RD Kongo di kancah internasional. Dengan skuad yang kini banyak diperkuat pemain yang berkarier di liga-liga top Eropa, RD Kongo diprediksi akan menjadi tim kuda hitam yang patut diwaspadai di fase grup nanti.
