Pentagon Siaga Tinggi: Intelijen Israel Tingkatkan Spionase terhadap Pejabat Senior AS

Pentagon Siaga Tinggi: Intelijen Israel Tingkatkan Spionase terhadap Pejabat Senior AS

WASHINGTON — Pentagon kini berada dalam kondisi siaga tinggi menyusul diterbitkannya laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang mengungkap peningkatan signifikan aktivitas spionase oleh badan mata-mata Israel. Israel diduga kuat telah menyadap komunikasi para negosiator senior Washington yang saat ini tengah merumuskan kesepakatan damai dengan Iran.

Meskipun kedua negara telah lama mengetahui dan memaklumi aksi saling memata-matai sebagai sesama sekutu strategis, beberapa pejabat tinggi AS menyatakan bahwa agresivitas intelijen Israel kali ini telah melampaui batas toleransi diplomatik. Beberapa nama yang diidentifikasi menjadi target utama spionase ini antara lain negosiator utama AS Steve Witkoff, serta dua pejabat tinggi Pentagon, Elbridge A. Colby dan Michael P. DiMino IV.

BACA JUGA : China Gelar Operasi Khusus di Timur Taiwan, Respons Manuver Maritim Jepang-Filipina

Kerentanan Protokol Keamanan Pejabat Era Trump

Laporan intelijen terbaru yang pertama kali dipublikasikan oleh NBC News menunjukkan kekhawatiran besar mengenai peningkatan upaya penyadapan terhadap pejabat senior AS. Penyelidikan mengungkapkan bahwa kecenderungan beberapa pejabat senior di era pemerintahan Donald Trump menjadi faktor utama penguat kerentanan tersebut.

Para pejabat tersebut dilaporkan kerap melakukan perjalanan dengan pesawat pribadi, menggunakan ponsel pribadi untuk membahas urusan keamanan nasional yang bersifat rahasia, serta menolak pengawalan resmi dari staf kedutaan besar. Perilaku melonggarkan protokol ini dinilai membuat mereka menjadi sasaran empuk yang sangat rentan bagi operasi intelijen asing.

Ancaman Kontraintelijen Naik ke Level Kritis

Berdasarkan penilaian yang disusun oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA), Badan Kontraintelijen dan Keamanan Pertahanan, serta kantor intelijen militer AS lainnya, tingkat ancaman kontraintelijen yang ditimbulkan oleh Israel telah melonjak tajam dari level tinggi menjadi kritis.

Tingkat ancaman dari Israel saat ini disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan dengan sekutu Amerika lainnya, bahkan dalam beberapa aspek melampaui ancaman dari negara-negara yang dikategorikan sebagai musuh geopolitik AS. Dari seluruh sekutu global Washington, hanya Korea Selatan yang dinilai mendekati tingkat kekhawatiran tersebut dalam situasi-situasi spesifik tertentu.

Rekam Jejak Insiden Penyadapan

Penyusunan laporan berkategori kritis oleh DIA ini dipicu oleh serangkaian insiden konkret yang ditemukan di lapangan:

  • Penyusupan Perangkat Lunak: Personel pertahanan AS yang tengah bertugas di Israel mendeteksi bahwa perangkat lunak penyadap komunikasi telah ditanamkan secara diam-diam ke dalam ponsel pribadi mereka.
  • Insiden Markas DIA (2021): Petugas intelijen militer Israel tertangkap basah berupaya memasang alat penyadap fisik langsung di markas besar DIA.
  • Target Dinas Rahasia (2025): Petugas dari Shin Bet (badan intelijen domestik Israel) ditemukan mencoba memasang perangkat penyadap pada kendaraan operasional Dinas Rahasia (Secret Service) AS yang bertugas mengawal pejabat tinggi.

Eskalasi spionase ini memperlihatkan keretakan di balik layar hubungan intelijen kedua negara. Ketika kepentingan strategis Israel dan AS terkait isu nuklir Iran mulai berseberangan, batas-batas dalam hubungan aliansi bilateral tersebut kian kabur demi pengumpulan informasi sepihak.

More From Author

China Gelar Operasi Khusus di Timur Taiwan, Respons Manuver Maritim Jepang-Filipina

China Gelar Operasi Khusus di Timur Taiwan, Respons Manuver Maritim Jepang-Filipina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *