AS Masukkan Puluhan Raksasa Teknologi China ke Daftar Hitam, Beijing Siapkan Langkah Balasan

AS Masukkan Puluhan Raksasa Teknologi China ke Daftar Hitam, Beijing Siapkan Langkah Balasan

BEIJING — Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali berada di ambang ketegangan baru. Pemerintah China secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menentang keras keputusan sepihak Washington yang memasukkan puluhan perusahaan teknologi serta manufaktur terkemuka asal Negeri Tirai Bambu ke dalam daftar hitam (blacklist) militer Pentagon.

Sejumlah raksasa teknologi kenamaan China, termasuk Alibaba, Baidu, hingga produsen kendaraan listrik BYD, resmi masuk dalam daftar hitam Departemen Pertahanan AS. Ketiga korporasi multinasional tersebut, bersama dengan puluhan perusahaan lainnya, dituduh oleh intelijen Pentagon ikut menyokong dan memperkuat kepentingan militer serta modernisasi Angkatan Bersenjata China (PLA).

“China secara konsisten dan tegas menentang generalisasi konsep keamanan nasional oleh Amerika Serikat serta penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan-perusahaan China,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers resmi di Beijing.

Lin Jian mendesak Washington untuk segera memperbaiki praktik-praktik diskriminatif yang dinilai keliru tersebut. Ia turut memperingatkan bahwa Beijing tidak akan tinggal diam dan siap mengambil seluruh langkah proteksi yurisdiksi yang diperlukan guna melindungi hak hukum serta kepentingan komersial yang sah dari entitas domestik mereka.

BACA JUGA : Antisipasi Ancaman Drone dan Rudal, Angkatan Laut AS Percepat Pengembangan Senjata Laser Kapal Perang

Perluasan Daftar Hitam: Target Sektor AI dan Semikonduktor

Daftar hitam terbaru yang dirilis oleh Pentagon mencakup total 80 perusahaan beserta seluruh jaringan anak perusahaannya. Struktur daftar ini sebagian besar serupa dengan draf awal yang sempat dipublikasikan pada Februari lalu.

Namun, dalam rilis final ini, Pentagon memasukkan kembali dua produsen chip memori terbesar China yang sempat dihapus pada pembaruan regulasi sebelumnya. Kedua produsen semikonduktor strategis tersebut adalah:

  • ChangXin Memory Technologies (CXMT)
  • Yangtze Memory Technologies (YMTC)

Selain sektor perangkat keras semikonduktor, fokus utama pemblokiran komersial oleh Pentagon kali ini menyasar korporasi China yang memimpin pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), komputasi awan, dan ekosistem digital terintegrasi, termasuk Alibaba, Baidu, dan Tencent.

Respons Keras dari Korporasi Raksasa China

Perusahaan-perusahaan yang menjadi target kebijakan proteksionisme AS ini langsung memberikan reaksi resmi terkait keputusan Departemen Pertahanan AS tersebut:

  • Alibaba Group: Secara tertulis menyatakan bahwa keputusan Pentagon yang memasukkan nama mereka ke dalam daftar hitam merupakan sebuah kesalahan fatal yang tidak berdasar pada fakta operasional perusahaan sebagai entitas komersial publik.
  • Baidu: Menyatakan bahwa tidak ada pembenaran atau bukti kredibel apa pun yang dapat melandasi penambahan nama korporasi mereka ke dalam daftar ancaman keamanan nasional AS.

Potensi Hambatan Diplomasi Pasca-Pertemuan Beijing

Langkah agresif yang diambil oleh pemerintahan Donald Trump ini diproyeksikan akan merenggangkan kembali hubungan bilateral kedua negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia tersebut. Sanksi ekonomi ini dijatuhkan di tengah momentum pemulihan hubungan yang sebenarnya baru saja diinisiasi melalui pertemuan tingkat tinggi para pemimpin kedua negara di Beijing.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden AS Donald Trump bahkan telah menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Xi Jinping untuk melakukan kunjungan kenegaraan balasan ke Washington. Dengan eskalasi pengosongan ruang dagang dan teknologi ini, keberlanjutan agenda diplomasi ekonomi komprehensif kedua negara kini menghadapi tantangan geopolitik yang besar.

More From Author

Antisipasi Ancaman Drone dan Rudal, Angkatan Laut AS Percepat Pengembangan Senjata Laser Kapal Perang

Antisipasi Ancaman Drone dan Rudal, Angkatan Laut AS Percepat Pengembangan Senjata Laser Kapal Perang

Donald Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Berada di Tahap Akhir, Diproyeksikan Tuntas dalam Dua Hari

Donald Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Berada di Tahap Akhir, Diproyeksikan Tuntas dalam Dua Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *